Judul diatas terlihat sangat biasa saja, tapi jika kita menanyakan artinya pada setiap pelajar kelas dua belas, tentu dijawab dengan rasa penuh bahagia. Memang LULUS 100% adalah cita-cita setiap sekolah tiap tahunnya. Semenjak kelulusan ditentukan dengan UAN, sekolah menjadi sangat serius dalam mendidik anak-anak kelas dua belas dan sibuk menyaring kelas sebelas yang akan naik ke kelas dua belas. UAN bahkan telah menjadi momok yang sangat mengerikan bagi tiap anak kelas dua belas.
Judul diatas sangat diharapkan oleh para kelas dua belas. Untungnya sekolahku SMA Budhaya 2 Santo Agustinus mendapat predikat seperti judul diatas pada angkatan 2008-2011. Prestasi yang tentunya sangat membanggakan. Kelulusan 100% bukanlah hal yang mudah diraih oleh suatu sekolah, tetapi sekolahku bisa meraih hal tersebut. Kerja keras para siswa kelas dua belas terbayar sempurna oleh hasil yang memuaskan. Mereka bersusah payah belajar, sampai-sampai ada yang menginap di rumah teman untuk belajar bersama karena rumah yang jauh. Benar-benar sangat membanggakan.
Hasil yang diraih anak kelas dua belas juga membuatku ikut senang. Aku tidak pernah absen pada kegiatan anak kelas dua belas (aku merupakan siswa kelas sebelas). Kami mengikuti turnamen bersama, berkumpul bersama, saling tukar cerita bersama, ketika selesai UAN pun aku tak ketinggalan ambil bagian dalam pesta besar tersebut, ketika siswa kelas dua belas akan pergi ke Jogjakarta untuk melakukan perpisahan aku datang kesekolah untuk menunggu kepergian siswa kelas dua belas, dan puncaknya adalah ketika pesta besar di hari pengumuman dimana kami mengadakan pesta besar.
Sekarang aku berharap teman-temanku bisa melanjutkan pendidikan di Universitas yang mereka ingini. Bagi yang mengambil SNMPTN juga semoga sukses. Pokoknya sukses untuk kalian. Jangan lupa untuk sering-sering berkunjung ke tempat dimana kita sering berkumpul. Aku akan setia menunggu di tempat tersebut.
Hal-hal indah yang kita lewati bersama merupakan kenangan yang tak mungkin aku lupakan. Tangis dan tawa yang kita lewati bersama serta pahit dan manis yang kita lalui janganlah terlupakan. Ini yang disebut masa paling indah adalah masa SMA. Disini kita mengenal arti kata solidaritas. Disini benar-benar kenangan yang tak mungkin terlupakan.
Untuk hasil yang memuaskan ini, aku tunggu kehadiran kalian lagi. Kesepian akan menyelimuti hari-hariku tanpa kawan yang menemani. Sekarang saatnya untuk berubah dan menjadi orang yang lebih baik.
Selasa, 17 Mei 2011
Sabtu, 14 Mei 2011
APA YANG TERJADI 3
"Ini saatnya aku memikirkan masa depanku", kataku. "Benar Pak, Anda sudah terlalu lama melindungi terumbu karang, saatnya Anda memikirkan masa depan Anda untuk menikah", sahut Oge murid terbaikku. Aku sudah empat tahun di Raja Ampat sekarang saatnya aku pulang kampung dulu. Aku sudah empat tahun menjaga terumbu karang disini, aku juga sudah empat tahun mencerdaskan anak bangsa disini sebagai Ketua MGMP Matematika. "Bagaimana Oge, apa kau akan ikut denganku ke Flores?", tanyaku. "Aku takut akan merepotkanmu Guru", jawabnya. "Tidak apa nanti disana akan aku kerjakan kau sebagai guru, aku punya kenalan di Dinas Pendidikan", sahutku. "Baiklah guru", jawabnya.
Akupun pulang ke Flores dan menemui kekasih lamaku yang sudah menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan. "Bagaimana dengan perkerjaanmu?", tanyaku kepada Bela. "Aku baik-baik saja, terimakasih berkatmu masyarakat disini sadar tentang pentingnya terumbu karang", jawabnya. "Bagaimana Duta Karang tahun ini", tanyaku. "Kau pasti ingat tentang kenangan kita memenangi Duta Karang bersama, kebetulan aku sedang mencari juri untuk Duta Karang tahun ini, apa kau berminat?, tanyanya. "Asal itu membuatku bisa lebih lama bersamamu, kenalkan ini muridku Oge, apakah dia bisa menjadi salah satu guru Matematika di SD mu?", sahutku. "Tentu saja", jawab Bela. "Aku pamit dulu ya", pamitku. "Baiklah, hati-hati ya, jangan lupa kemari lagi lusa", pintanya.
"Aku dan Oge pergi ke rumahku di Desa Umauta, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, NTT. Kami kesana dan istirahat. Esoknya kami pergi ke pantai bersama. "Lihatlah Oge keindahan pantai kami, indah sekali bukan", sahutku. "Sangat indah guru, kebersihannya pun terjaga", jawabnya. "Aku dan Bela yang berusaha memperjuangkan ini, seperti aku dan kau memperjuangkan laut di Raja Ampat", ceritaku. Aku dan Oge menikmati jagung bakar dan es kelapa muda di pantai sambil bercerita. "Bela adalah kekasihku dulu saat SMA, kami menjuarai Duta Karang bersama, kami pasangan terbaik di NTT, dia kuliah di UGM sedangkan aku dapat beasiswa di Jakarta", ceritaku. "Guru masih mencintainya?", tanya Oge. "Tentu saja", jawabku.
Lusanya aku dan Oge pergi ke tempat kerja Bela untuk memperkerjakan Oge. "Nanti kau akan kupinjamkan salah satu motorku untuk pergi berkerja, kau boleh tinggal di rumahku", sahutku. "Baik guru", jawabnya. "Bela mau kau antar aku berkeliling, sudah empat tahun aku tidak disini", ajakku. "Besok saja, sekalian kau antar Oge untuk mulai berkerja", jawabnya. "Baiklah", jawabku.
Oge sudah mulai berkerja, aku pun akan menjadi juri Duta Karang bersama Bela. "Bagaimana Renal, besok kita mulai pelatihan", tanya Bela. "Aku sudah siap", jawabku.
Aku dan Bela kemudian menikah dan pergi ke Selandia Baru hidup bahagia, sedangkan Oge mendapat beasiswa kuliah di UNJ dan menjadi dosen di UNJ pula. Inilah akhir bahagia yang kami mau. Terimakasih TERUMBU KARANG.
THE END
Akupun pulang ke Flores dan menemui kekasih lamaku yang sudah menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan. "Bagaimana dengan perkerjaanmu?", tanyaku kepada Bela. "Aku baik-baik saja, terimakasih berkatmu masyarakat disini sadar tentang pentingnya terumbu karang", jawabnya. "Bagaimana Duta Karang tahun ini", tanyaku. "Kau pasti ingat tentang kenangan kita memenangi Duta Karang bersama, kebetulan aku sedang mencari juri untuk Duta Karang tahun ini, apa kau berminat?, tanyanya. "Asal itu membuatku bisa lebih lama bersamamu, kenalkan ini muridku Oge, apakah dia bisa menjadi salah satu guru Matematika di SD mu?", sahutku. "Tentu saja", jawab Bela. "Aku pamit dulu ya", pamitku. "Baiklah, hati-hati ya, jangan lupa kemari lagi lusa", pintanya.
"Aku dan Oge pergi ke rumahku di Desa Umauta, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, NTT. Kami kesana dan istirahat. Esoknya kami pergi ke pantai bersama. "Lihatlah Oge keindahan pantai kami, indah sekali bukan", sahutku. "Sangat indah guru, kebersihannya pun terjaga", jawabnya. "Aku dan Bela yang berusaha memperjuangkan ini, seperti aku dan kau memperjuangkan laut di Raja Ampat", ceritaku. Aku dan Oge menikmati jagung bakar dan es kelapa muda di pantai sambil bercerita. "Bela adalah kekasihku dulu saat SMA, kami menjuarai Duta Karang bersama, kami pasangan terbaik di NTT, dia kuliah di UGM sedangkan aku dapat beasiswa di Jakarta", ceritaku. "Guru masih mencintainya?", tanya Oge. "Tentu saja", jawabku.
Lusanya aku dan Oge pergi ke tempat kerja Bela untuk memperkerjakan Oge. "Nanti kau akan kupinjamkan salah satu motorku untuk pergi berkerja, kau boleh tinggal di rumahku", sahutku. "Baik guru", jawabnya. "Bela mau kau antar aku berkeliling, sudah empat tahun aku tidak disini", ajakku. "Besok saja, sekalian kau antar Oge untuk mulai berkerja", jawabnya. "Baiklah", jawabku.
Oge sudah mulai berkerja, aku pun akan menjadi juri Duta Karang bersama Bela. "Bagaimana Renal, besok kita mulai pelatihan", tanya Bela. "Aku sudah siap", jawabku.
Aku dan Bela kemudian menikah dan pergi ke Selandia Baru hidup bahagia, sedangkan Oge mendapat beasiswa kuliah di UNJ dan menjadi dosen di UNJ pula. Inilah akhir bahagia yang kami mau. Terimakasih TERUMBU KARANG.
THE END
Senin, 09 Mei 2011
BUDHAYA 2 '2011
Ini cerita tentang persahabatan tanpa batas. Budhaya2 '2011 adalah angkatan yang paling kompak yang pernah ada di Budhaya(menurut gua si..). Disini punya lu punya gua, punya gua punya lu juga. Kalo lo pada gak percaya dateng aja ke tongkrongan gua di Tulang. Ini merupakan tongkrongan bersejarah bagi anak Budhaya yang suka nongkrong. Disini tempat yang mempersatukan kami dikala kami sulit untuk bertemu karena jarak yang memisahkan.(hahaha lebay banget ya)
Di angkatan ini elo gak akan ngerasain yang namanya kesepian. Gua sendiri sebenarnya bukan angkatan ini, gua veteran angkatan '2012(tapi gua bukan gak naik lo, gua gak selesaikan sekolah terus ngulang di Budhaya). Gua bete ama anak-anak angkatan gua sekarang, soalnya kita beda aliran. Gua lebih masuk nongkrong ama kakak kelas(jangan "GR" ya, dipanggil kakak kelas).Seiring berjalannya waktu gua mulai asyik nongkrong ama angkatan gua. Tapi masih banyak kurangnya angkatan gua yaitu individualisme. Mereka nongkrong aja mencar, dan yang paling parah mereka memutus turunan nongkrong di tulang. Tapi mereka juga asyik ko kalo kita juga asyik. Gua pengennya angkatan gua gak ada perbedaan semua hanya menyandang status Budhaya '2012 gak ada tu yang namanya SC(geng di kelas gue sebelas ipa satu), BS(geng di kelas tetangga sebelasipa dua), atau PW(anak-anak ips). Gak enak banget. Mendingan kita jadi satu semua dan bikin sekolah kita jadi yang terbaik. Ya gak?
Gua punya masalah juga ama anak-anak angkatan '2011 yang udah mulai individualis, muka dua, dan gak ada royal-royal ya. Kebukti pas di bocoran banyak yang kagak naro. Apaan tu, yang lulus elu-elu juga, tapi lu gak mau ngeluarin duit. Pas gua SMP di budhaya bocoran gak ada yang gak naro. Apalagi janjiin ke yang ngejalanin mau royalti banget pas perpisahan. Terus gakditepatin janjinya. Buat elo yang ngerasa tau malu lu. Sekarang anak-anak udah mau mencar.Udah pada sibuk, ngurusin kuliah. Gua si ngedukung biar temen-temen gua lulus 100%. Tapi tolong ya,kalo udah lulus sering-sering ke tulang. Terus kalo lulus jangan lupa yang make bocoran, bilang TERIMA KASIH ke yang ngejalanin. Ngejalanin gituan gak gampang cuy. Terima kasih udah cukup ko, gua tau dia gak terlalu mentingin duitnya.
Buat lo semua yang angkatan '2011, gua minta jangan ngecengin gualagi dong(hari gini masih seragam). Pas dikatain gua keliatan fine-fine aja tapi jujur nihati gua sakit bangat. Coba elo jadi gua deh, bayangin elu masih kelas tiga dan teman-teman luudah pada lulus.(hiksT.T lebaaaaaayyyy)
Yang pasti elu tau doa gua kan 100% LULUS buat lo semua. Emang manusia gak ada yang sempurna, semoga tongkrongan kita lebih baiklagi ya...
Di angkatan ini elo gak akan ngerasain yang namanya kesepian. Gua sendiri sebenarnya bukan angkatan ini, gua veteran angkatan '2012(tapi gua bukan gak naik lo, gua gak selesaikan sekolah terus ngulang di Budhaya). Gua bete ama anak-anak angkatan gua sekarang, soalnya kita beda aliran. Gua lebih masuk nongkrong ama kakak kelas(jangan "GR" ya, dipanggil kakak kelas).Seiring berjalannya waktu gua mulai asyik nongkrong ama angkatan gua. Tapi masih banyak kurangnya angkatan gua yaitu individualisme. Mereka nongkrong aja mencar, dan yang paling parah mereka memutus turunan nongkrong di tulang. Tapi mereka juga asyik ko kalo kita juga asyik. Gua pengennya angkatan gua gak ada perbedaan semua hanya menyandang status Budhaya '2012 gak ada tu yang namanya SC(geng di kelas gue sebelas ipa satu), BS(geng di kelas tetangga sebelasipa dua), atau PW(anak-anak ips). Gak enak banget. Mendingan kita jadi satu semua dan bikin sekolah kita jadi yang terbaik. Ya gak?
Gua punya masalah juga ama anak-anak angkatan '2011 yang udah mulai individualis, muka dua, dan gak ada royal-royal ya. Kebukti pas di bocoran banyak yang kagak naro. Apaan tu, yang lulus elu-elu juga, tapi lu gak mau ngeluarin duit. Pas gua SMP di budhaya bocoran gak ada yang gak naro. Apalagi janjiin ke yang ngejalanin mau royalti banget pas perpisahan. Terus gakditepatin janjinya. Buat elo yang ngerasa tau malu lu. Sekarang anak-anak udah mau mencar.Udah pada sibuk, ngurusin kuliah. Gua si ngedukung biar temen-temen gua lulus 100%. Tapi tolong ya,kalo udah lulus sering-sering ke tulang. Terus kalo lulus jangan lupa yang make bocoran, bilang TERIMA KASIH ke yang ngejalanin. Ngejalanin gituan gak gampang cuy. Terima kasih udah cukup ko, gua tau dia gak terlalu mentingin duitnya.
Buat lo semua yang angkatan '2011, gua minta jangan ngecengin gualagi dong(hari gini masih seragam). Pas dikatain gua keliatan fine-fine aja tapi jujur nihati gua sakit bangat. Coba elo jadi gua deh, bayangin elu masih kelas tiga dan teman-teman luudah pada lulus.(hiksT.T lebaaaaaayyyy)
Yang pasti elu tau doa gua kan 100% LULUS buat lo semua. Emang manusia gak ada yang sempurna, semoga tongkrongan kita lebih baiklagi ya...
Jumat, 06 Mei 2011
APA YANG TERJADI 2
Aku mendapat pekerjaan sebagai guru di Raja Ampat, Papua. Disana aku menjabat sebagai Ketua MGMP Matematika SMA. Aku sangat menikmati indahnya Papua disini, meskipun hidup dengan sarana dan prasarana yang minim. "Bapa, sekolah kita roboh karena badai besar semalam", kata Oge salah satu murid terbaikku. "Bagaimana kita bisa sekolah Bapa?", serunya lagi. "Besok kita tetap bersekolah Oge, kumpulkan teman-teman, kita akan buat kelas darurat di kebun Kepala Desa, sementara itu Aku akan meminta izin kepada Kepala Desa", perintahku.
Kami berkumpul di kebun dan mulai membangun kelas darurat di kebun Bapak Martinus dekat pantai. "Baik anak-anak mulai besok pagi kita akan belajar disini sampai sekolah kita selesai diperbaiki", seruku. "Baik Bapa", jawab murid-murid. "Sekarang mari kita pulang ke rumah masing-masing".
Besok paginya ketika aku sampai tidak ada satu orang pun di kelas, setelah aku cari ternyata mereka ada di pantai. "Hei, kenapa kalian tidak ke kelas?", teriakku. "Mari lihat ini Bapa!", jawab Oge. Aku melihat sesuatu yang aneh, ada beberapa kapal berbendera Filipina sedang menambang kapur di laut Raja Ampat. "Kakak, ada kapal yang merusak terumbu karang kita!", seruku kepada para nelayan yang sedang sarapan di warung tante Ella. Aku sering memberikan sosialisasi kepada para nelayan tentang pentingnya terumbu karang. Para nelayan langsung siap-siap untuk mengejarnya. "Kakak boleh saya ikut", pintaku kepada salah satu nelayan. "Tidak usah Bapak guru", jawab nelayan itu. Aku dan murid-murid pun hanya melihat dari bibir pantai.
Menambang kapur dari terumbu karang memang menjanjikan untung yang sangat besar. Tetapi disini kurang adanya TNI AL yang menjaga perairan Indonesia, mereka hanya mengontrol tiap satu bulan sekali. Setelah mengetahui dikejar para nelayan, penambang terumbu karang liar itu lari. "Bagaimana ini Pak Guru, mereka pasti akan terus berusaha mengeruk keuntungan dari laut kita", seru Bapak Martinus. "Kita harus memberi tahu TNI AL ketika mereka datang, hanya mereka yang dapat menyelesaikan masalah ini", jawabku.
Seminggu kemudian TNI AL datang dan kami beritahu apa yang terjadi minggu kemarin. "Mulai sekarang kami akan melakukan operasi setiap hari sampai minggu depan dan seminggu sekalimulai minggu depan", jawab pemimpin mereka. "Terima kasih pak", jawab kami. Tetapi janji TNI AL itu hanyalah janji, mereka justru tak melakukan operasi sama sekali, padahal sudah tiga kali kami melihat kapal asing disini. Kapal sederhana para nelayan tidak bisa mengejar kapal mereka. "Bagaimana ini bapak guru?", tanya kepala desa. "Saya akan menghubungi teman saya anggota COREMAP di Jakarta", jawabku.
Mulai saat itu, kami selalu ronda di laut. Kami mencegah mereka masuk ke perairan ini, jadi beberapa nelayan secara bergantian bermalam di laut. Seminggu kemudian temanku dari Jakarta datang. "Hai Renal, bagaimana kabarmu?", tanyanya. "Aku baik-baik saja, bagaimana tanggapan COREMAP tentang laporanku?", "mereka akan memberi laporan ke Dinas Kelautan dan Perikanan, dan kemudian dari Dinas akan melapor ke Menteri Pariwisata", jawabnya. "Itu terlalu lama, penjahat-penjahatini memanfaatkan betul kesederhanaan nelayan disini", tentangku. "Tapi kami harus menjalankan sesuai prosedur", jawabnya. "Inilah kelemahan kita, dimana hal yang harus cepat diselesaikan harus dijalankan sesuai prosedur yang harus menunggu lama".
Aku dan temanku menemukan ide cemerlang, temanku membawa laptop dan modem dan kemudian memasukan blog indahnya pantai Raja Ampat. Satu bulan kemudian ada beberapa investor yang ingin membuat resort dan hotel di daerah kami, sehingga daerah kami sekarang ramai dikunjungi turis dari luar negeri dan sebagian kecil dari dalam negeri.
To be continue...
Kami berkumpul di kebun dan mulai membangun kelas darurat di kebun Bapak Martinus dekat pantai. "Baik anak-anak mulai besok pagi kita akan belajar disini sampai sekolah kita selesai diperbaiki", seruku. "Baik Bapa", jawab murid-murid. "Sekarang mari kita pulang ke rumah masing-masing".
Besok paginya ketika aku sampai tidak ada satu orang pun di kelas, setelah aku cari ternyata mereka ada di pantai. "Hei, kenapa kalian tidak ke kelas?", teriakku. "Mari lihat ini Bapa!", jawab Oge. Aku melihat sesuatu yang aneh, ada beberapa kapal berbendera Filipina sedang menambang kapur di laut Raja Ampat. "Kakak, ada kapal yang merusak terumbu karang kita!", seruku kepada para nelayan yang sedang sarapan di warung tante Ella. Aku sering memberikan sosialisasi kepada para nelayan tentang pentingnya terumbu karang. Para nelayan langsung siap-siap untuk mengejarnya. "Kakak boleh saya ikut", pintaku kepada salah satu nelayan. "Tidak usah Bapak guru", jawab nelayan itu. Aku dan murid-murid pun hanya melihat dari bibir pantai.
Menambang kapur dari terumbu karang memang menjanjikan untung yang sangat besar. Tetapi disini kurang adanya TNI AL yang menjaga perairan Indonesia, mereka hanya mengontrol tiap satu bulan sekali. Setelah mengetahui dikejar para nelayan, penambang terumbu karang liar itu lari. "Bagaimana ini Pak Guru, mereka pasti akan terus berusaha mengeruk keuntungan dari laut kita", seru Bapak Martinus. "Kita harus memberi tahu TNI AL ketika mereka datang, hanya mereka yang dapat menyelesaikan masalah ini", jawabku.
Seminggu kemudian TNI AL datang dan kami beritahu apa yang terjadi minggu kemarin. "Mulai sekarang kami akan melakukan operasi setiap hari sampai minggu depan dan seminggu sekalimulai minggu depan", jawab pemimpin mereka. "Terima kasih pak", jawab kami. Tetapi janji TNI AL itu hanyalah janji, mereka justru tak melakukan operasi sama sekali, padahal sudah tiga kali kami melihat kapal asing disini. Kapal sederhana para nelayan tidak bisa mengejar kapal mereka. "Bagaimana ini bapak guru?", tanya kepala desa. "Saya akan menghubungi teman saya anggota COREMAP di Jakarta", jawabku.
Mulai saat itu, kami selalu ronda di laut. Kami mencegah mereka masuk ke perairan ini, jadi beberapa nelayan secara bergantian bermalam di laut. Seminggu kemudian temanku dari Jakarta datang. "Hai Renal, bagaimana kabarmu?", tanyanya. "Aku baik-baik saja, bagaimana tanggapan COREMAP tentang laporanku?", "mereka akan memberi laporan ke Dinas Kelautan dan Perikanan, dan kemudian dari Dinas akan melapor ke Menteri Pariwisata", jawabnya. "Itu terlalu lama, penjahat-penjahatini memanfaatkan betul kesederhanaan nelayan disini", tentangku. "Tapi kami harus menjalankan sesuai prosedur", jawabnya. "Inilah kelemahan kita, dimana hal yang harus cepat diselesaikan harus dijalankan sesuai prosedur yang harus menunggu lama".
Aku dan temanku menemukan ide cemerlang, temanku membawa laptop dan modem dan kemudian memasukan blog indahnya pantai Raja Ampat. Satu bulan kemudian ada beberapa investor yang ingin membuat resort dan hotel di daerah kami, sehingga daerah kami sekarang ramai dikunjungi turis dari luar negeri dan sebagian kecil dari dalam negeri.
To be continue...
Rabu, 04 Mei 2011
SKATEBOARD
Gua pengen ngomong tentang skate nih.. Gua tau skate dari temen-temen gua rendi, andre, carlo, allen. Awalnya sih gua liat mereka maen kayaknya gampang banget, eh,, pas gua maen ternyata susah banget. Otomatis gua minta temen-temen gua ajarin. Gua belajar dan gua ketagihan. Ampe sekarang gua masih suka maen skate ama kawan-kawan di bengkel deket G.S. Gua sih belum bisa dibilang bisa banget tapi kalo cuma ollie, soft feet, anti-casper, handstand, finger filp ya udah lumayan bisa lah..
Banyak luka yang gua dapet dari maen skate untung belom ampe patah si.. Yang gua seneng dari temen-temen gua anak skate tu solidaritasnya. Gua ama kawan-kawan maen dari pulang sekolah ampe jam enem atau jam tujuh tapi gua gak pernah bosen apa lagi merasa keausan. Disini punya lu punya gue, punya gue punya lo juga. Banyak kejadian kocak ato seru kalo maen skate pokoknya feelnya dapet aja.
Dimana aja kalo ketemu ada yang paling gua suka dari kawan-kawan skate gua yaitu tos anak skate. Biasa aja si tapi enak banget diliat. Sekarang temen-temen gua mau pada lulus sedangkan gua merana sebagai anak kelas dua. Ini yang gua bingung entar siapa yang jadi temen gua, gua maen skate ama sapa? Tapi gua gak berharap temen-temen gua gallulus terus ngulang lagi. Yang gua mau temen-temen gua lulus 100%. Gua gak bakal lupain setahun kita bersama.
Lewat skate gua dapet beberapa temen baru. Lewat skate gua gak bakal bengong aja kalo ada orang ngomongin skate. Lewat skate wawasan bertambah. Gua maen skate cuma ngincer itunya si.. Supaya gua gak terlalu kaku kalo ngobrol ama orang, jadi gua kalo ngobrol gak cuma ngomongin satu topik aja.
Gua pengen ngajak lu semua supaya maen skate juga. Maen skate gak terlalu susah kok, asal elo gak cepet putus asa kalo belajar. Maen skate juga gak mahal sebenarnya. Asumsi orang selama ini ternyata salah kalo skate cuma buat anak-anak highclass. Buktinya gua juga bisa jadi anak skate. Yang penting elu mau belajar dan sedikit modal tentunya. Gua jamin tiga bulan elu udah dapet banyak tepuk tangan tiap elu maen skate.
Jangan lupa elun juga harus ngikutin perkembangan skate pro dunia kayak Paul Rodriguez, Rodney Mullen, PJ Ladd. Elu juga harus tau skate pro Indonesia pastinya. Elu harus tau Denny TX, Agung HB, dll. Semuanya ada di google ama di you tube kok, gak ribet kan. Skate sekarang udah mulai menjamur di Indonesia, makanya supaya elu gak terlalu kaku setidaknya elu nyari tau sedikit tentang skate lah supaya enak ngomong ama anak skate.. hahahaha. Anak skate baek-baek semuanya loh..
Buat temen-temen gua, kalo ketemu gua harus udah jago ya.. hahaha
Let's pray for a better BUDHAYA skateboarder
Banyak luka yang gua dapet dari maen skate untung belom ampe patah si.. Yang gua seneng dari temen-temen gua anak skate tu solidaritasnya. Gua ama kawan-kawan maen dari pulang sekolah ampe jam enem atau jam tujuh tapi gua gak pernah bosen apa lagi merasa keausan. Disini punya lu punya gue, punya gue punya lo juga. Banyak kejadian kocak ato seru kalo maen skate pokoknya feelnya dapet aja.
Dimana aja kalo ketemu ada yang paling gua suka dari kawan-kawan skate gua yaitu tos anak skate. Biasa aja si tapi enak banget diliat. Sekarang temen-temen gua mau pada lulus sedangkan gua merana sebagai anak kelas dua. Ini yang gua bingung entar siapa yang jadi temen gua, gua maen skate ama sapa? Tapi gua gak berharap temen-temen gua gallulus terus ngulang lagi. Yang gua mau temen-temen gua lulus 100%. Gua gak bakal lupain setahun kita bersama.
Lewat skate gua dapet beberapa temen baru. Lewat skate gua gak bakal bengong aja kalo ada orang ngomongin skate. Lewat skate wawasan bertambah. Gua maen skate cuma ngincer itunya si.. Supaya gua gak terlalu kaku kalo ngobrol ama orang, jadi gua kalo ngobrol gak cuma ngomongin satu topik aja.
Gua pengen ngajak lu semua supaya maen skate juga. Maen skate gak terlalu susah kok, asal elo gak cepet putus asa kalo belajar. Maen skate juga gak mahal sebenarnya. Asumsi orang selama ini ternyata salah kalo skate cuma buat anak-anak highclass. Buktinya gua juga bisa jadi anak skate. Yang penting elu mau belajar dan sedikit modal tentunya. Gua jamin tiga bulan elu udah dapet banyak tepuk tangan tiap elu maen skate.
Jangan lupa elun juga harus ngikutin perkembangan skate pro dunia kayak Paul Rodriguez, Rodney Mullen, PJ Ladd. Elu juga harus tau skate pro Indonesia pastinya. Elu harus tau Denny TX, Agung HB, dll. Semuanya ada di google ama di you tube kok, gak ribet kan. Skate sekarang udah mulai menjamur di Indonesia, makanya supaya elu gak terlalu kaku setidaknya elu nyari tau sedikit tentang skate lah supaya enak ngomong ama anak skate.. hahahaha. Anak skate baek-baek semuanya loh..
Buat temen-temen gua, kalo ketemu gua harus udah jago ya.. hahaha
Let's pray for a better BUDHAYA skateboarder
Selasa, 03 Mei 2011
Science One
Ini cerita gua tentang kelas gua. Gua anak baru di sekolah SMA Budhaya2 St. Agustinus. Gua masuk kelas XI IPA 1. Pertama kali masuk kelas ini sumpah gua bete banget. Gimana gak bete, disini gua paling item(maklum gua asli FLORES), dan tampang-tampangnya itu loh, alim semuanya. Gua baru masuk ini kelas udah kayak kuburan sepi banget. Pas lagi gak ada guru gak ada yang ngobrol, sekalinya ngobrol cuma ama temen satu meja. Alama alim kali teman-teman baru gua.
Seminggu menjalani hari-hari di kelas alim gua mulai membaur dengan suasana kelas, disini gua mau bikin kelas ini aktif dan unggul dari kelas-kelas laen, bagaimanapun caranya. Pulang sekolah gua nongkrong ama teman-teman gua anak kelas tiga(sebenarnya gua bukan anak baru di sekolah tersebut, gua SMP juga disitu tapi kelas satu gua di Flores), gilaaa... gua dicengin abis ama temen-temen gua lantaran kelas gua gak ada yang nongkrong. Gua si, fine-fine aja punya kelas yang tenang tapi jangan lebay juga kali.
Akhirnya gua apal nama temen satu kelas pas gua udah sekolah dua bulan. Gua udah punya temen sekarang yaitu anak laki di kelas gua kayak Jeli, Kristo, Leo, Samuel, Noven, Kevin, Anton dan lain-lain. Tapi gua baru ngomong ama anak cewe di kelas gua sebatas minjem buku, kaku banget deh anak-anaknya. Gua baru akrab ama semua temen gua pas semester 2. Sekarang anak-anaknya udah kagak kaku lagi. Gua udah jalan ke Kota Tua ama anak-anak kelas gua, ke Bogor, dan pernah ngikut CUP bareng di TJS bawa nama kelas(hasilnya emang malu-maluin si kalah 12-2) disini bener-bener gua jadiin ajang supaya anak-anak kelas gua lebih akrab lagi.
Ada satu cewe yang sombong banget ni sob. Roma namanya dia gak pernah ngomong ama gua satu kata pun. Gua gak tau kenapa sob, yang pasti gua gak bakal negor dia duluan. Gengsi gila, masa gua mau negor duluan. BTW, ada satu cewe yang gua suka banget di kelas sob, BELLA namanya. Gua suka banget ama dia, tapi gua bingung ni mau ngapain. Pengennya si deket terus ama dia, tapi gua suka ngerasa tengsin kalo namanya hal yang berbau dengan cewe(kalo bokep si laen lagi). Udah ah jangan ngomongin BELLa lagi ye...
Sekarang temen-temen gua uda pada nongkrong ni jadi gak kesepian biarpun gak ada anak kelas tiga.. hahhahahha
Seminggu menjalani hari-hari di kelas alim gua mulai membaur dengan suasana kelas, disini gua mau bikin kelas ini aktif dan unggul dari kelas-kelas laen, bagaimanapun caranya. Pulang sekolah gua nongkrong ama teman-teman gua anak kelas tiga(sebenarnya gua bukan anak baru di sekolah tersebut, gua SMP juga disitu tapi kelas satu gua di Flores), gilaaa... gua dicengin abis ama temen-temen gua lantaran kelas gua gak ada yang nongkrong. Gua si, fine-fine aja punya kelas yang tenang tapi jangan lebay juga kali.
Akhirnya gua apal nama temen satu kelas pas gua udah sekolah dua bulan. Gua udah punya temen sekarang yaitu anak laki di kelas gua kayak Jeli, Kristo, Leo, Samuel, Noven, Kevin, Anton dan lain-lain. Tapi gua baru ngomong ama anak cewe di kelas gua sebatas minjem buku, kaku banget deh anak-anaknya. Gua baru akrab ama semua temen gua pas semester 2. Sekarang anak-anaknya udah kagak kaku lagi. Gua udah jalan ke Kota Tua ama anak-anak kelas gua, ke Bogor, dan pernah ngikut CUP bareng di TJS bawa nama kelas(hasilnya emang malu-maluin si kalah 12-2) disini bener-bener gua jadiin ajang supaya anak-anak kelas gua lebih akrab lagi.
Ada satu cewe yang sombong banget ni sob. Roma namanya dia gak pernah ngomong ama gua satu kata pun. Gua gak tau kenapa sob, yang pasti gua gak bakal negor dia duluan. Gengsi gila, masa gua mau negor duluan. BTW, ada satu cewe yang gua suka banget di kelas sob, BELLA namanya. Gua suka banget ama dia, tapi gua bingung ni mau ngapain. Pengennya si deket terus ama dia, tapi gua suka ngerasa tengsin kalo namanya hal yang berbau dengan cewe(kalo bokep si laen lagi). Udah ah jangan ngomongin BELLa lagi ye...
Sekarang temen-temen gua uda pada nongkrong ni jadi gak kesepian biarpun gak ada anak kelas tiga.. hahhahahha
Senin, 02 Mei 2011
BELLA
Hai guys, kalo gua dari kemaren ngomongin karangan gua mulu, sekarang gua mau ngomongin kejadian nyata about love. Gua suka satu cewe di kelas, namanya BELLA sob. Gua suka banget ama dia. Kalo dibilang cantik, dia gak cantik. Tapi kalo manis, sumpah dia manis banget sob. Dia juga baek banget orangnya. Dia ketua osis di sekolah gua.
Gua suka ama dia dari pertama kali gua ngeliat dia. Tapi ada satu masalah sob. Gua ngerasa dia itu gak tau kalo gua itu ada. So, gua suka ngecengin dia. Gua ngecengin dia, supaya dia sadar kalo gua ada disekitarnya. Eitts lupa, ada masalah laen ni. Temen gua, lebih tepatnya sahabat gua, ada yang suka ama dia. Parahnya ni sob, dia minta gua buat ngedeketin si BELLA ini. Gua mesti gimana ya??
Jujur aja ya, gua suka banget ama dia ni.. Dia bikin gua gak bisa tidur. Dia bikin gua gak napsu makan. Cuma gara-gara dia gua males belajar, cuma mikirin dia seorang. Apa ini yang dibilang cinta?? Kalo cinta si, gua juga cinta ama kawan-kawan gua, ortu gua, dan semua orang.
Siapa sangka gua bisa kayak gini. Tapi gua ikhlas kok, kalo cinta gua bertepuk sebelah tangan yang penting elu bisa seneng bel.. Dan jangan pernah sungkan jadi kawan gua ye.. Hahahaha lebay banget ya.. Satu diatas cinta bagi gua adalah persahabatan. Solidaritas tanpa batas. Susah seneng kita bersama. Together we have fun.
Buat semua kawan gua anak kelas tiga semoga LULUS 100% ya..
Bye..
Gua suka ama dia dari pertama kali gua ngeliat dia. Tapi ada satu masalah sob. Gua ngerasa dia itu gak tau kalo gua itu ada. So, gua suka ngecengin dia. Gua ngecengin dia, supaya dia sadar kalo gua ada disekitarnya. Eitts lupa, ada masalah laen ni. Temen gua, lebih tepatnya sahabat gua, ada yang suka ama dia. Parahnya ni sob, dia minta gua buat ngedeketin si BELLA ini. Gua mesti gimana ya??
Jujur aja ya, gua suka banget ama dia ni.. Dia bikin gua gak bisa tidur. Dia bikin gua gak napsu makan. Cuma gara-gara dia gua males belajar, cuma mikirin dia seorang. Apa ini yang dibilang cinta?? Kalo cinta si, gua juga cinta ama kawan-kawan gua, ortu gua, dan semua orang.
Siapa sangka gua bisa kayak gini. Tapi gua ikhlas kok, kalo cinta gua bertepuk sebelah tangan yang penting elu bisa seneng bel.. Dan jangan pernah sungkan jadi kawan gua ye.. Hahahaha lebay banget ya.. Satu diatas cinta bagi gua adalah persahabatan. Solidaritas tanpa batas. Susah seneng kita bersama. Together we have fun.
Buat semua kawan gua anak kelas tiga semoga LULUS 100% ya..
Bye..
Langganan:
Postingan (Atom)
























